Prinsip-prinsip Bekerja

May 13
2010

Karena tujuan akhir dari bekerja adalah memuliakan Allah, maka bekerja bisa dipandang sebagai suatu pelayanan kepada Allah. Beberapa orang menyebutnya sebagai ibadah. Kolose 3:23 mengajarkan, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Dengan demikian, pelayanan tidak hanya terbatas pada hari Minggu. Tidak juga terbatas pada mimbar di gedung gereja. Pelayanan di gereja tidak lebih penting dan suci daripada pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, dari Senin hingga Jumat atau Sabtu. Maka tidak ada lagi batas antara hari Minggu dan hari-hari lainnya. Tidak ada lagi hidup untuk Allah di hari Minggu dan untuk diri sendiri selain hari Minggu. Seluruh kehidupan kita adalah pelayanan kepada Allah.

Karena pekerjaan kita adalah pelayanan kepada Allah, maka pekerjaan yang dilakukan untuk Allah dan sesuai nilai-nilai kebenaran, memiliki nilai kekal. Kita tidak hanya sedang mengumpulkan harta di dunia. Tetapi yang terpenting adalah kita mengumpulkan harta di Surga. Karena itu, ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak menghasilkan banyak uang, tetapi dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan sesama, akan dinikmati hasilnya dalam kekekalan.

Orang yang melayani Allah sepatutnya memberikan dan melakukan yang terbaik dari yang dimilikinya. Entah itu waktu, tenaga, pikiran, dan semua sumber dayanya. Dia tidak menyia-nyiakan semenit pun waktunya untuk bermalas-malasan. Dia tidak menyia-nyiakan kemampuan yang Allah berikan, apalagi menggunakan kemampuan itu untuk melakukan kejahatan. Ada orang yang punya kemampuan untuk berkomunikasi dan bernegosiasi. Tetapi dia memakainya untuk melakukan kecurangan dan manuver-manuver politik yang tidak jujur. Ini bukanlah prinsip yang sesuai dengan pelayanan kepada Allah.


Karena pekerjaan adalah pelayanan kepada Allah, maka kita tidak boleh melakukan pekerjaan-pekerjaan yang melanggar kebenaran Firman Allah. Misalnya, melacurkan diri dengan alasan apapun, menjadi dokter yang melakukan praktik aborsi, menjadi pengacara hitam, menjadi makelar kasus, menjadi pengusaha yang melegalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.

Maka karakter-karakter Kristen, seperti kejujuran, kerja keras, ketekunan, pengabdian, pelayanan, dan kesalehan, harus mewarnai pekerjaan kita. Sebagaimana diperintahkan Alkitab, mereka yang bekerja di level atas, melayani mereka yang ada di bawah dan tidak berbuat sewenang-wenang (Ef. 6:9; Luk.22:26). Sementara mereka yang ada di bawah, bekerja sebaik-baiknya seolah-olah bekerja kepada Allah sendiri secara hormat dan sungguh-sungguh (Kol. 3:22-24).

Karena pekerjaan bukan untuk memperkaya diri sendiri, maka para pengusaha Kristen perlu memerhatikan kesejahteraan karyawan. Gaji harus diberikan secara adil dan bisa menyejahterakan mereka. Orang yang menginginkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya akan sangat mungkin memberikan gaji yang terlalu kecil bagi karyawan. Tetapi orang Kristen yang mengetahui kebenaran dan telah ditebus oleh darah Yesus secara cuma-cuma tahu bahwa standar gaji minimal bisa melebihi ketetapan pemerintah karena didasarkan pada kesejahteraan karyawan. Kita tidak akan pernah menjadi miskin dengan menambah gaji karyawan sampai taraf sejahtera.

Ini juga berlaku di gereja yang menerapkan sistem gaji. Sering kali pendeta atau mereka yang ada di level atas mendapatkan gaji (love gift) yang melebihi gaji presiden Indonesia, sementara yang di level bawah hanya mendapatkan gaji yang cukup untuk bertahan hidup selama 3 minggu. Padahal mereka telah bekerja keras daripada mereka yang ada di level atas tersebut. Ini telah mencederai prinsip keadilan.

Maka orang-orang Kristen sejati akan menjadi pekerja-pekerja keras, menghasilkan karya bagi sesama dan bangsa, membawa kesejahteraan sosial, mengelola dan memelihara alam, diperhitungkan, dipercayai, dan diandalkan, serta mendahulukan kebenaran dan keadilan di atas segalanya. Akan ada perbedaan yang sangat nyata antara orang Kristen dan bukan dalam pekerjaan mereka, entah mereka menjadi atasan atau bawahan.

  • Share/Bookmark