Pelajaran dari Kitab Imamat (6)

Dec 13
2010

Bacalah dulu:
* Pelajaran dari Kitab Imamat 1
* Pelajaran dari Kitab Imamat 2
* Pelajaran dari Kitab Imamat 3
* Pelajaran dari Kitab Imamat 4
* Pelajaran dari Kitab Imamat 5

Yesus Kristus dan Kurban

Anugerah Allah dan pengorbanan Yesus untuk pengampunan dosa orang percaya bisa dilihat dalam aturan-aturan tentang dosa dan kurban di dalam kitab Imamat. Kitab Ibrani menjelaskan hal ini secara lebih rinci dan logis. Berikut ini ada beberapa keterkaitan tentang hal tersebut.

Pertama, satu dosa saja telah membuat keadaan seseorang menjadi najis (misal: 11:31). Satu dosa saja, termasuk yang paling remeh, juga menuntut persembahan kurban (5:2-6). Itu artinya satu dosa saja bisa membuat seseorang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan seharusnya dihukum. Yakobus 2:10 mengatakan, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.”

Kedua, satu kurban saja sudah cukup untuk satu dosa ataupun banyak dosa. Di hari raya pengampunan dosa, Imam Besar menyembelih satu kambing saja untuk dosa seluruh bangsa itu (16:15). Tetapi di luar hari raya itu, dosa yang dilakukan oleh seseorang, juga menuntut satu hewan kurban (4:27-28). Satu kurban sudah cukup karena pengampunan itu tidak bergantung pada hewan kurban itu. Hewan kurban itu hanyalah lambang (lihat:Pelajaran dari Kitab Imamat 5). Satu kurban yang sempurna yaitu Yesus Kristus, bisa menghapus dosa semua orang yang percaya kepada-Nya (Yoh. 3:16; Rm. 5:17-19).

Ketiga, aturan tentang kurban itu ditentukan oleh Allah sendiri. Ada dosa yang harus mempersembahkan sapi jantan, ada yang kambing jantang, ada yang kambing betina, dan ada yang burung merpati. Kalau ada yang bertanya mengapa hewan-hewan itu? Jawabannya mungkin tidak bisa memuaskan semua keingintahuan kecuali bahwa Allah berdaulat menentukan jalan dan cara pengampunan dosa itu. Kalau Dia menyuruh menjadikan kuda sebagai kurban, maka itulah yang harus dilakukan. Dan kalau Dia menyuruh umat-Nya menari-nari selagi kurban itu disembelih, maka itulah memang cara yang ditetapkan Allah untuk pengampunan dosa. Jadi jalan keselamatan tidak ditetapkan oleh manusia sendiri, menurut pemikirannya sendiri, tetapi menurut cara Allah. Dan cara Allah sejak 2000 tahun lalu adalah melalui Yesus Kristus.

Keempat, dosa menuntut kematian, maka pengampunan dosa menuntut penggantian (substitution) atas kematian itu. Orang yang amat sangat miskin memang boleh mempersembahkan tepung (5:11-13). Orang miskin juga bisa berdosa sehingga butuh kurban. Mereka bukan penikmat kurban yang dipersembahkan oleh orang-orang kaya, tetapi mereka sendiri juga harus mempersembahkan kurban (yang termurah adalah tepung, sesuai aturan Allah).Tetapi tetap ada makna penggantian di dalamnya, karena tepung itu dianggap sebagai kurban dan harus dibakar seluruhnya sebagaimana orang berdosa seharusnya dibakar di api neraka. Penggantian itu dilambangkan dengan penumpangan tangan orang yang berdosa di atas kepala hewan kurban itu sebelum disembelih (4:4, 24, 29). Itulah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Dia menggantikan hukuman dosa orang yang percaya kepada-Nya yaitu kematian, supaya orang yang percaya kepada-Nya dapat diampuni.

Kelima, kurban yang dituntut adalah kurban yang sempurna, tanpa cacat. Yesus adalah kurban yang sempurna (Ibr 7:26). Dia dilahirkan tanpa dosa dan hidup tanpa dosa. Orang yang berdosa tidak dapat menjadi penyelamat bagi orang lainnya karena dia juga membutuhkan pengampunan dosa. Bahkan Imam Agung harus mempersembahkan kurban terlebih dulu untuk pengampunan dirinya sebelum dia mempersembahkan kurban demi umat. Tidak ada yang layak menjadi juruselamat selain Yesus sendiri.

Keenam, tidak ada perbuatan baik (amal dan melakukan hukum-hukum Allah) yang bisa mendatangkan pengampunan. Jika perbuatan baik diperhitungkan, maka ritual persembahan kurban tidak diperlukan lagi. Memang perbuatan baik akan mendatangkan berkat Allah, tetapi bukan pengampunan dosa. Jika mempersembahkan kurban dianggap perbuatan baik, maka ada satu perbuatan baik yang mendatangkan pengampunan di zaman ini yaitu percaya kepada Tuhan Yesus.

Ketujuh, para imam pada akhirnya mati sehingga tidak dapat meneruskan jabatannya. Hewan kurban juga dipersembahkan setiap hari. Tetapi Yesus Kristus hidup untuk selama-lamanya. Ia telah dibangkitkan oleh Allah, yang berarti “kurban-Nya,” yaitu Diri-Nya sendiri, telah diterima oleh Allah. Karena itu, Ia bisa mempersembahkan “kurban-Nya” di hadapan Allah setiap saat. Dia juga tidak perlu mati berulang-ulang sebab “betapa lebih besar lagi akibat dari apa yang dilakukan oleh satu orang yang lain, yaitu Yesus Kristus . . . oleh satu perbuatan kebenaran (dari Yesus) semua orang beroleh pembenaran untuk hidup” (Rm. 5:18). Maka semenjak kematian dan kebangkitan Yesus, siapapun yang percaya kepada Yesus, bisa mendapatkan pengampunan dosa itu. Tidak ada lagi hewan kurban yang perlu dipersembahkan karena Yesus telah menjadi kurban pengganti itu sekali untuk selama-lamanya (Ibr. 7:23-28).

Haleluyah! Kita yang jauh dari keselamatan dijadikan dekat. Kita yang tidak mungkin mendapatkan pengampunan, diberikan anugerah untuk memperolehnya. Kita yang seharusnya dihukum mati, dijadikan hidup oleh kematian Yesus Kristus.

Bacalah juga:
* Pelajaran dari Kitab Imamat 7

Bacaan Pendukung:
Berkhof, Louis. Teologi Sistematika: Doktrin Allah. (Surabaya: Momentum, 1993), hal. 122-125.
Berkley, James D. (ed). Leadership Handbook of Preaching and Worship. (USA: Baker Publishing Group, 2007), chp. 13. p. 99-200.
Wendel, Francois. Calvin: Asal Usul dan Perkembangan Pemikiran Religiusnya. (Surabaya: Momentum, 1993), hal. 216-230.

  • Share/Bookmark

3 Responses to “Pelajaran dari Kitab Imamat (6)”

  1. Pelajaran dari Kitab Imamat (4) | Panggilan Hidup Kristen Radikal says:

    [...] Bacalah juga: * Pelajaran dari Kitab Imamat 5 * Pelajaran dari Kitab Imamat 6 [...]

  2. Pelajaran dari Kitab Imamat (3) | Panggilan Hidup Kristen Radikal says:

    [...] Bacalah juga: * Pelajaran dari Kitab Imamat 4 * Pelajaran dari Kitab Imamat 5 * Pelajaran dari Kitab Imamat 6 [...]

  3. Pelajaran dari Kitab Imamat (5) | Panggilan Hidup Kristen Radikal says:

    [...] Bacalah juga: * Pelajaran dari Kitab Imamat 6 [...]

Leave a Reply