Single post

Kebutuhan Misi Masa Kini

Untuk memahami apakah kita memiliki panggilan misi, maka kita perlu lebih dulu mengetahui kebutuhan misi saat ini. Apabila fakta-fakta misi ini menggerakkan hati untuk memenuhinya, maka ada kemungkinan kita sedang dipanggil untuk misi.

Berikut ini beberapa kebutuhan misi:


1. Ada 16.465 suku di dunia ini. Sekitar 6.759 (41,1%) suku merupakan suku terabaikan. Sebuah suku disebut suku terabaikan jika kurang dari 2% populasinya percaya kepada Kristus. Suku terabaikan tidak sama dengan suku primitif, meskipun beberapa suku terabaikan masih primitif. Jumlah suku ini bisa berbeda-beda antara satu sumber dengan sumber lainnya tergantung definisi yang dipakai. Jika 1 suku terabaikan (dengan mengabaikan jumlah penduduknya) membutuhkan 10 misionaris, maka dibutuhkan 67.590 misionaris.

2. Jika dihitung dari jumlah penduduk, maka total jumlah penduduk dari suku terabaikan di seluruh dunia sekitar 2,74 miliar (40,7%).

3. Berdasarkan perjumpaan dengan Injil, sekitar 30% penduduk di dunia ini (2,01 miliar) belum mendengar Injil sama sekali. Jika 1 misionaris melayani 500 orang, maka dibutuhkan 4.020.000 misionaris untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Ini jumlah yang sangat-sangat minimal. Dengan jumlah orang Kristen yang sungguh-sungguh (injili) sebesar 670 juta di seluruh dunia ini, maka jumlah itu hanyalah 0,6%.

4. Perjanjian Baru telah diterjemahkan ke dalam bahasa ibu lebih dari 82% penduduk dunia. Namun sisanya, yaitu sekitar 18% masih membutuhkan lebih dari 2.500 upaya penerjemahan baru. Lembaga-lembaga penerjemahan Alkitab berharap bisa memulai semua penerjemahan sebelum tahun 2025. Jika dibutuhkan 1 orang saja untuk menerjemahkan ke dalam satu bahasa baru, maka dibutuhkan 2.500 penerjemah. Tentu ini jumlah minimal.

5. Sekitar 90% dari semua penjangkauan/penginjilan Kristen menargetkan orang-orang Kristen (KTP) di tempat-tempat yang sudah terjangkau. Sementara itu, untuk setiap 1 juta orang non-Kristen (satu agama tertentu) yang belum terjangkau hanya ada kurang dari tiga misionaris.


6. Jumlah misionaris jangka panjang dari Amerika Serikat telah turun hingga 45% dalam 20 tahun terakhir (1988-2008), yaitu dari 65.000 menjadi 35.000 orang. Misionaris dari Asia kini lebih mendominasi. Tetapi Indonesia masih sangat sedikit dalam mengirim misionaris karena masih sedikit gereja yang fokus untuk pekerjaan misi di suku-suku terabaikan.

7. Di Indonesia ada 766 suku, di mana 126 suku merupakan suku terabaikan, dan sekitar 24 suku terabaikan sangat minim pekerja atau tidak memiliki pekerja sama sekali. Jika dibutuhkan 10 misionaris untuk 1 suku terabaikan, maka “hanya” dibutuhkan 1260 orang. Jika jumlah orang Kristen di Indonesia sebesar 25 juta orang, maka 1260 itu hanyalah 0,005%. Padahal seharusnya, Indonesia mengirimkan 125.000 orang jika dibandingkan dengan Mongolia yang mengirim 1 misionaris dari setiap 222 orang Kristen di sana. Jika sebuah gereja saja di Indonesia yang memiliki 100.000 jemaat, maka 1.260 hanyalah 1,26% dari jumlah jemaat gereja itu. Maka jika Gereja Indonesia memiliki visi untuk pelayanan misi suku-suku terabaikan, pekerjaan ini akan bisa diselesaikan dengan cepat.

8. Orang Kristen di dunia hanya memberikan 1% dari uangnya untuk berbagai kegiatan Kristiani. Dari uang ini, 95% dibelanjakan untuk keperluan gereja lokal. Kurang dari 1% yang dipakai untuk menjangkau 28% dunia yang belum terjangkau. Jika 25 juta orang Kristen di Indonesia mengumpulkan Rp. 1.000,- saja setiap tahun, maka akan terkumpul 25 miliar. Jumlah uang ini bisa digunakan untuk membiayai 1260 misionaris yang dikirim ke 126 suku terabaikan di Indonesia selama setahun secara cukup. Padahal hanya seribu rupiah satu seorang dalam setahun! Mungkin dibutuhkan satu lembaga khusus yang bisa mengelola uang seperti ini.

9. Dibutuhkan 90% sumber daya Gereja untuk menjangkau suku-suku terabaikan atau mereka tetap terabaikan pada tahun 2020. Sekarang ini Gereja lebih banyak memfokuskan sumber dayanya untuk mereka yang tidak termasuk dalam suku terabaikan. Gereja memiliki banyak pelayan di tempat-tempat yang sudah terlayani.


10. Coca Cola yang dibuat 114 tahun yang lalu sudah dikenal setidaknya oleh 94% dunia, sementara itu Kabar Baik tentang Yesus Kristus masih belum bisa menyentuh 30% dunia selama 2.000 tahun. Usaha yang mendatangkan keuntungan duniawi ternyata lebih cepat menyebar daripada usaha untuk kemuliaan Allah.

Sebagian data di atas didapat dari joshuaproject.net.

3 total views, 3 views today

Share
Berkat
November 17th, 2011 at 3:12 pm

Sudah ada, namanya yayasan mitra misi indonesia atau mission care, pendirinya pdt Peter Condro

LEAVE A COMMENT

support by Masuk Sini